Bimbingan dan Konsultasi
Apr 6th, 2008 by Lukito Nugroho
Secara formal pembimbingan S3 baru dimulai setelah calon mahasiswa dinyatakan resmi diterima. Meskipun demikian, proses interaksi dengan calon pembimbing bisa dimulai jauh hari sebelum pendaftaran dilakukan, biasanya untuk mendiskusikan topik penelitian yang akan dikerjakan.
Pembimbingan S3 sangat berbeda dengan pembimbingan S2. Dalam riset S3, mahasiswa dituntut untuk bisa bekerja secara mandiri. Mandiri berarti keterlibatan pembimbing bukan pada aspek bagaimana melakukan risetnya, tapi lebih pada mengarahkan agar riset yang dilakukan tetap berada pada koridor yang ditetapkan dan dapat mencapai tujuan/sasaran yang diharapkan. Pembimbing biasanya tidak akan masuk sampai urusan-urusan teknis (mencari literatur, rancangan kuesioner, desain dan implementasi program, dsb). Diskusi dengan pembimbing pada dasarnya adalah proses konfirmasi terhadap apa yang sudah, sedang, dan akan dilakukan, apakah on track dengan rencana penelitian yang dibuat sebelumnya.
Tuntutan kemandirian memaksa mahasiswa untuk benar-benar mengerti dengan benar tentang apa yang akan dilakukan dalam penelitiannya. Dari mulai metodologi riset, teknik-teknik observasi, survei, rancangan percobaan, tools yang diperlukan dan penggunaannya, sampai ke pengolahan data/hasil, semua ini harus dikuasai dengan baik. Jadi sebenarnya banyak hal yang harus dipelajari selama melaksanakan penelitian. Tidak hanya substansi di area penelitian itu saja, tetapi area-area lain yang terkait. Di sini diperlukan kemampuan untuk berpikir lateral (meluas). Ibaratnya pohon, jangan hanya berhenti pada batang utamanya saja, tapi eksplorasilah cabang-cabangnya juga. Jika mengalami kesulitan, segeralah mencari bantuan. Manfaatkan semua resources yang bisa anda akses.
Kemandirian dalam pelaksanaan riset menuntut mahasiswa untuk bersikap proaktif. Inisiatif dalam kegiatan-kegiatan riset harus muncul dari mahasiswa; jangan berharap pembimbing untuk dengan sabar memberitahu langkah-langkah penelitian anda atau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya teknis. Mahasiswa juga harus proaktif berkonsultasi dengan pembimbing. Ada pembimbing yang bersikap “cuek”, dia tidak akan pernah menanyakan kemajuan mahasiswa kecuali jika mahasiswa yang memulainya.