Menempuh Studi Doktoral (S3)
Apr 6th, 2008 by lukito
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa saat ini semakin banyak orang yang berminat untuk mendapatkan gelar Doktor. Motivasi untuk mendapatkan derajad akademik tertinggi ini memang bermacam-macam, tetapi lepas dari berbagai alasan tersebut, menempuh pendidikan pada level S3 memang berbeda dari pendidikan S2, apalagi S1. Penjenjangan dari S1, S2, dan S3 memang tidak linear, terutama kalau dipandang dari tuntutan riset yang harus dijalankan pada level-level tersebut. Riset pada level S1 pada dasarnya adalah “berlatih meneliti”. Pada level S2, mestinya risetnya sudah masuk ke taraf “mampu menjalankan riset dengan baik”. Kemampuan melaksanakan riset yang dibentuk pada level S2 kemudian menjadi bekal untuk menjalani tahap S3, di mana riset dilakukan secara mandiri penuh, ditambah dengan tuntutan untuk menghasilkan karya yang orisinal.
Persoalan muncul saat program S2 kurang memberikan bekal yang mencukupi dalam melakukan penelitian secara baik dan benar. Lulusan program S2 akan mengalami kesenjangan dalam memenuhi persyaratan (requirements) program S3. Pengalaman membuktikan bahwa banyak calon mahasiswa S3 yang merasa gamang dan tidak mengerti apa yang harus dilakukan dalam mempersiapkan diri mengikuti pendidikan doktoralnya. Fakta ini terlihat sekali pada periode-periode awal, dari saat mereka mendaftar sampai mereka menempuh ujian proposal (di beberapa perguruan tinggi disebut juga dengan ujian komprehensif). Banyak di antara mereka yang saat akan mendaftar bahkan belum tahu akan meneliti tentang apa dan menanyakan judul-judul penelitian pada dosen calon promotornya.
Tulisan ini dimaksudkan untuk membantu mengatasi problem tersebut di atas. Secara spesifik, tulisan ini bertujuan memberikan gambaran kepada para calon mahasiswa S3 tentang apa yang akan mereka hadapi dalam proses studinya. Dengan bekal pengetahuan ini, para calon mahasiswa dapat menyiapkan diri secara lebih baik, sehingga kemungkinan keberhasilannyapun akan lebih tinggi.
Tulisan ini sepenuhnya didasarkan pada pengalaman dan pemahaman pribadi tentang studi S3, khususnya di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Sebagai pengalaman pribadi, tentu saja unsur subyektivitas sudut pandang banyak mewarnai tulisan ini. Bisa saja terjadi perbedaan di sana-sini antara hal-hal yang dijelaskan dalam tulisan ini dengan kenyataan di tempat (perguruan tinggi) lain. Para pembaca diharapkan maklum dengan kondisi ini dan dapat menyikapi perbedaan-perbedaan tersebut dengan cerdas.
Akhirnya, selamat menikmati… Jika ada saran atau komentar tentang tulisan ini, silakan kirim ke email saya.
This page has the following sub pages.
Dear Mr.Lukito,
Tulisan anda cukup meninspirasi saya, paling tidak bisa jadi bekal mempersiapkan diri untuk ngambil s3 nantinya.
But, syarat untuk minta anda jadi promotor berat juga ya ? hehehehe
Saya tertarik pada topik E-gov dan IT gov.
Mr. Luk
jujur sangat memberikan gambaran awal saya untuk persiapan S3….terimakasih pak luk…..saya sangat interest di bidang ICT terutama IT Management (network & datacommunications)….
bestregard
wasalam
Mr. LEN kok kasih bimbingan ke mahasiswa S2 dah seperti mbimbing S3?
@setiawan
Hehehe… bukan syarat saya yg berat, tapi syarat program S3 itu sendiri yang menuntut spt itu…
@deriss
Go ahead mas… mumpung masih muda..
@non
Kan riset S2 katanya latihan untuk meneliti secara baik dan benar. Jadi ya wajar kalau cara membimbingnya juga mirip-mirip riset S3… Gitu Non… :)
Terima kasih atas share-nya.. saya terinspirasi.. saya merasa ga PD utk lanjut studi; pdhal sdh 5 th yl lulus s2.. tapi komentar pembimbing S1 saya dlu klo belum apa2 sdh mensyaratkan diri yg berat2.. malah bikin smakin ga PD… gimana ya, Pak?! hiks..
mas lukito, boleh diberi tahukan alamat emailnya?. Saya mau banyak nanya nih untuk program doktoral. Saat ini saya telah merasa stack dan butuh untuk belajar lebih lanjut.
anwar sadat
memberikan gambaran.tp tolong pak lukito jg memberikan gambaran bagaimana kalo calon mhs S3 memiliki latar belakang S1 & S2 yg berlainan krn tuntutan pek & keadaan yg tdk sebidang.kendala, gambaran dan saran mengatasinya
terimakasih saran dan petuahnya, smakin terinspirasi tuk S3, smoga 2010 saya dah kuliah di UGM.
Bantu saya nanti-nya ya Pak, makasih
Inspiring pak! Sekalian sy mau tanya pak, seorang Promotor itu harus Guru Besar atau bergelar Doktor saja sudah cukup pak ?
@Ardiansyah: kalau di UGM, seseorang yg bergelar S3 dan berjabatan Lektor Kepala sudah bisa menjadi promotor.
Dear Pak Lukito,
Terus terang motivasi saya untuk mengambil pekerjaan karena tuntutan seorang dosen untuk menjadi professor. Jenjang pendidkan S1, S2 saya tidak linier. S1 statistika dan S2 Teknik Informatika, apakah relevan untuk mengambil S3 bidang Kehutanan dengan kajian riset sistem informasi bidang kehutanan. Trima kasih atas tanggapannya.
@Abu Kamil: kalau berdasarkan pandangan bhw ilmu itu tidak bisa dikotak-kotakkan, seharusnya no problem. Tapi kenyataan di lapangan bisa berbeda, krn tidak semua orang kampus berpandangan kontemporer spt itu. Pandangan konvensional sering membuat dinding-dinding yg rigid antara bidang keilmuan satu dng yg lain. Istilah ‘linear’ sptnya muncul dari pandangan spt ini…
Assalamualaikum.
Pak mohon informasi untuk pengajuan proposal disertasi untuk masuk S3 Elektro UGM, apakah ada format standart yang dapat kami unduh ? Terima kasih informasinya.
mashoedah@uny.ac.id
Selamat pagi, Pak.
Terima kasih atas petunjuk dan arahannya, kebetulan saya dosen di ISI Yogyakarta(PNS) di Fakultas Seni Media Rekam dan berniat ambil S3 yang meneruskan riset saya di S2 Teknik Elektro ITS Surabaya(Jaringan Cerdas Multimedia konsentrasi Teknologi Permainan alias Game Technology) yaitu tentang Human Motion Capture di dunia Animasi, khususnya sebagai generator animasi bvh.
Pertanyaan saya:
1. Apakah promotor S3 di elektro UGM ada yang bisa membimbing saya di bidang ini jika saya mengambil S3 di Elektro UGM? Jika ada kira-kira siapa?
2. Apakah jika saya S3 di Elektro UGM dimungkinkan untuk melakukan program sandwich ke luar negeri sebagai pendalaman riset saya? Jika iya, dengan universitas mana saja? atau negara mana?
Terima kasih sebelumnya atas tanggapannya.
Salam saya, Samuel Gandang Gunanto
@pak Mashoedah: coba diperiksa di panduan format proposal dan tesis/disertasi program pascasarjana UGM pak. Tapi bagi kami yg penting adalah substansi proposalnya…
@pak Gandang: salam kenal pak. Saya coba jawab pertanyaan bapak.
1. Dosen JTETI yang bidangnya mendekati bidang pak Gandang adalah Prof. Adhi Susanto (image processing) dan Dr. P. Insap Santosa (human-computer interaction).
2. Kemungkinan besar bisa pak. Kami sudah menjalin kerjasama dng bbrp universitas di LN (Thailand, Jepang, Australia) untuk short-term visit seperti itu.
Salam kenal Pak Luk !
mau tanya, apakah ada program kelas jauh atau kerjasama antar univ, dengan UGM untuk S3. Ada beberapa dari kami di sulawesi yang berminat melanjutkan s3 tapi kesulitan meninggalkan daerah dan keluarga. Bila memungkinkan ditempuh solusi kelas jauh, maka akan sangat membantu, Pak.
Terima kasih.
Supaya aman. State of art nya riset diketahui.
Dear Mr Lukito..
sya sedang menempuh program S2 di Unibraw,,mungkin sbnetar lg thesis sya will be done…sya prepare mau ambil program S3…
yang sya tnyakan adalah :
1. Apakah di UGM untuk program S3 ada ke khususan untuk keahlian Telekomunikasi (basiz sya dari Telco enginnering)
2. bagaimana saya apply untuk sekaligus mencari promotor…
trims..
BR
Fahriy
saya sedang S2 di unibraw,,beberapa bulan lg mungkin clear …sya prepare mau ambil program S3…
yang sya tnyakan adalah :
1. Apakah di UGM untuk program S3 ada ke khususan untuk keahlian Telekomunikasi (basiz sya dari Telco enginnering)
2. bagaimana saya apply untuk sekaligus mencari promotor…
trims..
3. Untuk di Teknik Elektro apa bisa saya ambil Manajemen dan Regulasi Telekomunikasi (s3)
BR
Fahriy
Yth. Pak Lukito Edi Nugroho,
Saya ingin bertanya beberapa hal sbb:
1. Jika S-1 dan S-2 saya tidak linier, apakah sebaiknya saya ambil S-2 linier dulu atau langsung ke program doktor karena saya ingin mengajar sebagai dosen?
2. Untuk kualifikasi sertifikasi profesi seperti CPA, apakah berguna bagi profesi dosen?
3. Jika S-1 teknik informatika (ST), untuk ambil S-2 program Magister Teknologi Informasi, apakah linier? Jika yang diambil konsentrasi sistem informasi, apakah masih linier?
Terima kasih.
Assalamualaikum…
saya lagi sedang merancang untuk S3, rencananya saya mau konsentrasi ke arah power electronic (konverter). Apakah promotor S3 di UGM ada yang bisa membimbing saya tentang topik tersebut? karena dari kabar yang saya dapat, di UGM arahannya lebih ke power sistem dan komputer.
Terimakasih sebelumnya……
wassalam….
assalamualaikum
saya sedang galau, mohon bimbingannya
saya sudah menyelesaikan S1 pertanian dan kemudian saya mendapatkan beasiswa.. namun takdir Allah saya mendapatkan beasiswa unggulan DIKTI namun s2 peternakan..
sekarang saya semester 2, dan saya terikat kontrak untuk menyelesaikan studi s2 karna bila saya berhenti denda nya 2x lipat ….
pertanyaan saya
1) apakah saya harus tetap melaksanakan kuliah s2
2) apakah saya bisa mendaftar dosen karna s1 dan s2 tidak linear
terimakasih
@renita: wa’alaikum salam…
Jangan galau mbak. Teruskan saja kuliahnya, karena 1) meskipun beda bidang studi, tetaplah ada manfaatnya untuk belajar. Lihatlah dari sisi positifnya, anda nanti akan menguasai baik bidang pertanian maupun peternakan, dan 2) kesempatan utk bisa mendapatkan beasiswa mungkin tidak akan berulang. Kalau anda melepaskan beasiswa yg ada saat ini, anda tidak tahu apakah kelak bisa mendapatkannya lagi.
Tentang kemungkinan jadi dosen, saya kira tidak masalah. Anda mendaftar dosen atau tidak, itu jalurnya beda dengan anda dapat beasiswa atau tidak. Linearitas bukanlah segala-galanya bagi dosen. Anda masih bisa berperan banyak tanpa harus terganggu dengan masalah linearitas…
Jadi, keep on moving mbak…semoga sukses..
Assalamulaikum..!
Pak luk, terimaksih sebelumnya, karena setelah baca komentar di atas saya jadi lebih yakin dengan keputusan saya untuk mengambil jurusan yang dikatakan cukup jauh dengan s1 saya.
Banyak hal menarik yang saya temukan di blog http://percikan-ide-ti.blogspot.com terkait dengan interest saya di bidang e-learning. Dalam waktu dekat saya ingin banyak berdiskusi dengan bapak terkait ide yang ada di otak saya.
Semoga ide ini juga interset buat bapak, sehingga tidak mengurangi 50% semangat bapak. heeee
@Murhadi: wa’alaikum salam. Silakan kalau ingin berdiskusi mas. E-learning memang salah satu minat saya, semoga nanti bisa membantu mematangkan ide anda.
AssalamualaikumIbu Arini, aku mendukung ide ibu. Buktinya pnareh SDN Penjaringan Sari II, dimana anakku merupakan salah satu siswa disana dan suatu hari diajak guru sekolahnya berkunjung ke perpustakaan kota, sampai sekarang pengalaman itu tersimpan kuat di memorinya dan memotivasi dia bahwa dengan datang ke perpustakaan menjadikan anak serba tahu.