Sedekah Bencana

Merinding baca berita atopun siara Tv yang terus dikumdangkan sejak kemaren pagi. Belum reda berita tentang kematin konyol 5 kamula muda setelah tawuran, trs njebur tlaga Tangerang. Lah dilalahnya pada ndak bisa renang. Berita dilanjutken dengan meninggalnya 25 (dua puluh lima man..) wanita tua-muda. INALLILAHI WAINAILAHI ROJIUN…dikarenankan berebut sedekah zakat.

Kayaknya ndak masuk diakal untuk mendapatkan uang 20ribu-an harus bertarung hidup-mati. Rela berdesakan, antri dari dini hari, dan rela untuk ndak bekerja seharian demi selembar uang cap Pak Hatta. Apa ndak lebih baik jika tetep bekerja dengan baik dan benar maka akan juga dapet penghasilan segitu juga. Ndak pake desak-desakkan, injek-injekan + mati.

Aneh juga bagi yg punya hajad bagi zakad. Kenapa harus mengundang fakit/miskin mendatangi rumah beliau demi kepentingan da sendiri. Lebih baik jika dia mendatangi ke rumah-rumah menbagiakan zakat. Atopun jika g sempat, salurkan saja melaluilembaga zakat resmi ato lebih mudah lagi serahkan ke panitai zakat masjid, beyes..ndak pake rebutan juga. Ndak ngerti jika ada mangsud tertentu dibalik pembagian zakat (semoga tidak), sperti halnya para raja ndobos (partai) yang sering menjadi sangat dermawan menjelang pemili/ pilkada seperti masa sekarang.

jadi ingat pesa Rosulluloh yang intinya, Jika kamu bersedekah dengan tangan kanan, maka usahakan tangan kiri tidak mengetahuinya.

Komentar

Leave a Reply