Latar Belakang

Program Magister Teknologi Informasi (MTI) didirikan untuk mengantisipasi kebutuhan SDM dan tuntutan kualifikasi yang tinggi dalam bidang teknologi informasi. Teknologi informasi adalah bidang yang bersentuhan erat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Oleh karena itu penerapannya dalam rangka penyelesaian masalah (problem solving) sering kali bersifat komprehensif, melibatkan berbagai aspek teknologis. Bahkan dalam dunia nyata, penerapan teknologi informasi sering kali bersentuhan dengan aspek-aspek non-teknologi, seperti sosial, psikologis, atau organisasional. Situasi ini mensyaratkan para profesional teknologi informasi untuk memiliki pengetahuan yang solid dan wawasan yang komprehensif. Kemampuan ini hanya dapat diperoleh melalui pendidikan yang memberikan pengetahuan tentang fondasi konseptual yang kuat dan sekaligus kemampuan untuk berpikir secara integral. Tuntutan ini dipenuhi oleh pendidikan pada tingkat pascasarjana (S2).

Persoalan yang muncul adalah kenyataan bahwa sebagian dari program S2 tentang teknologi informasi yang ditawarkan oleh universitas-universitas di Indonesia lebih bersifat akademis. Artinya program ini dirancang untuk SDM yang memilih berkarir dalam bidang akademis (dosen, peneliti, atau perencana). Sementara itu, dunia industri di Indonesia sangat memerlukan tenaga-tenaga trampil dalam bidang teknologi informasi pada level manajer. Kebutuhan ini terlihat nyata dengan munculnya persoalan-persoalan teknologi informasi yang memerlukan kemampuan insight dan analisis yang cukup, sekaligus penguasaan material dalam pemecahan persoalan-persoalan tersebut. Jadi selain keterbatasan jumlah SDM, dunia industri Indonesia masih juga menghadapi ketaksepadanan (mismatch) antara spesifikasi SDM yang dibutuhkan dengan yang tersedia.